Cukup banyak faktor yang menjadi penyebab mobil matic nyentak saat melakukan perpindahan gigi. Hal ini tentu cukup membuat khawatir. Karena jika dipaksakan, transmisi mobil bisa rontok.
Apalagi harga set transmisi matic sangatlah tinggi.
Kasus nyentak akan sering ditemukan pada mobil bertransmisi matik ketimbang manual. Hal ini terjadi karena sistem transmisi matik umumnya lebih ringkih atau sensitif ketimbang mobil manual.
Apalagi jika mobil matik tersebut sudah berusia cukup tua.
Daftar isi
Penyebab Mobil Matic Nyentak dan Solusi Mengatasinya
Hentakan biasanya terjadi ketika berusaha memasukkan gigi, memindahkan gigi, atau ketika berusaha menggas lebih dalam.
Jika saat perpindahan tuas mobil bisa mulus berjalan, maka mobil bisa terus melanjutkan perjalanan (dan bisa diajukan perbaikan saat waktu perawatan rutin).
Namun jika hentakan mulai terasa kasar, maka mobil jangan dipaksakan berjalan. Segera bawa mobil ke bengkel.
Tim dokter mobil telah melakukan analisa terkait penyebab mobil bertransmisi yang mengalami gejala menyentak. Antara lain sebagai berikut:
-
Bocornya Oli Transmisi
Biasanya kebocoran oli transmisi menyebabkan pelumasan di dalam sistem transmisi menjadi terganggu, Hal ini menyebabkan adanya gejala nyentak saat perpindahan gigi.
Ketika oli transmisi kurang, aus, atau kotor, maka tekanan oli tidak akan mampu mengangkat perpindahan gigi dengan sempurna.
Alhasil RPM yang dihasilkan tidak akan sesuai dan getaran mobil akan langsung berpindah pada putaran mesin tinggi (RPM tinggi). Perpindahan secara mendadak ini akan menimbulkan gejala menghentak.
Solusi
Sebagai solusi mengatasi sekaligus solusi pencegahan maka oli transmisi harus di-check secara berkala. Dan jika memang perlu diganti, maka penggantian ulang oli transmisi wajib dilakukan.
-
Masalah di Solenoid Pressure atau TCM Speed Sensor
Penyebab lain gejala nyentak pada mobil matic adalah pada kelistrikan mobilnya. Biasanya terjadi pada mobil matik berjenis transmisi elektrik.
Untuk mengetahui bahwa masalah ada di solenoid pressure ataupun TCM speed sensor, dibutuhkan engine scanner.
Sambungkan engine scanner dengan soket OBD. Hasil pengecheckan scanner akan memperlihatkan apakah memang solenoid pressure atau pun TCM speed sensor yang bermasalah.
Solusi
Jika memang komponen solenoid dan sensor yang bermasalah, maka penggantian part tersebut perlu dilakukan.
Dan pemasangan volt stabilizer bisa menjadi solusi pencegahan agar kedua komponen tersebut tidak lagi rusak. Karena korsleting pada umumnya dapat merusak kedua komponen tersebut.
-
Rasio Gigi Mundur Juga Kerap Jadi Sumber Masalah
Gejala mobil matic nyentak juga bisa terjadi karena rasio gigi mundur yang tidak sesuai. Biasanya terjadi pada mobil dengan model matik konvensional.
Solusi
Untuk masalah ini bisa diselesaikan dengan datang ke bengkel untuk dilakukan penyetelan yang cocok pada rasio gigi mundur.
Lihat Juga: Penyebab Mobil Matic Tidak Bisa Distarter
Wah cukup banyak juga ya hal yang jadi penyebab mobil matic menjadi nyentak ini. Namun yang terpenting tentunya jangan panik dan pastikan segera membawa mobil untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh.
FAQs Kerusakan Matic Akibat Mobil Nyentak
1. Apakah mobil matic yang sering nyentak bisa merusak komponen transmisi lainnya? Jika ya, komponen apa saja yang mungkin terdampak?
Mobil matic yang sering nyentak itu kayak kamu lagi “menyiksa” transmisi. Hentakan itu bisa nimbulin beban berlebih dan gesekan yang nggak normal pada komponen transmisi.
Komponen yang mungkin kena dampaknya antara lain:
- Kampas kopling: Bisa lebih cepat aus atau bahkan gosong karena sering “terpukul” saat hentakan.
- Body valve: Bisa rusak karena tekanan oli yang fluktuatif akibat hentakan.
- Gigi transmisi: Gigi-gigi di dalam transmisi bisa cepat aus atau bahkan patah karena hentakan yang keras.
- Torque converter: Komponen ini berfungsi menghubungkan mesin dengan transmisi. Hentakan bisa merusak bagian dalam torque converter.
Makanya, kalau mobil maticmu udah mulai sering nyentak, jangan ditunda-tunda buat dibawa ke bengkel, ya!
2. Bagaimana cara membedakan mobil matic nyentak karena masalah oli transmisi dengan masalah di komponen lain?
Nah, ini dia yang agak tricky. Membedakan penyebab nyentak memang nggak gampang, tapi ada beberapa ciri yang bisa kamu perhatikan:
- Oli transmisi: Kalau nyentak disertai dengan perubahan warna atau bau oli transmisi (jadi lebih gelap atau bau gosong), kemungkinan besar masalahnya ada di oli atau sistem pelumasan transmisi.
- Waktu terjadinya nyentak: Kalau nyentak terjadi saat perpindahan gigi tertentu (misalnya, dari gigi 1 ke 2), bisa jadi masalahnya ada di kampas kopling atau body valve.
- Kondisi mesin: Kalau nyentak disertai dengan mesin bergetar atau suara berisik dari mesin, bisa jadi masalahnya ada di engine mounting atau komponen mesin lainnya.
Tapi, cara paling akurat tetap dengan memeriksa mobil ke bengkel ya. Biar mekanik yang ahli bisa mendeteksi penyebabnya dengan pasti.
3. Adakah jenis atau merek oli transmisi tertentu yang lebih direkomendasikan untuk mencegah mobil matic nyentak?
Betul banget! Oli transmisi yang tepat itu penting banget buat mencegah nyentak dan menjaga “kesehatan” transmisi matic.
Pilih oli transmisi yang sesuai dengan spesifikasi mobilmu dan berkualitas baik. Beberapa merek oli transmisi yang umumnya direkomendasikan antara lain:
- Toyota ATF WS: Buat mobil Toyota dan Lexus.
- Honda ATF DW-1: Buat mobil Honda.
- Nissan Matic Fluid D: Buat mobil Nissan.
- Mitsubishi Dia Queen ATF SP-III: Buat mobil Mitsubishi.
Selain merek-merek di atas, masih banyak merek lain yang juga bagus. Kamu bisa konsultasi ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya buat dapetin rekomendasi yang sesuai sama mobilmu.
4. Berapa kisaran biaya yang perlu disiapkan untuk memperbaiki mobil matic yang nyentak?
Biaya perbaikannya sangat bervariasi tergantung penyebab dan tingkat kerusakannya.
- Ganti oli transmisi: Mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung jenis oli dan kapasitas oli transmisi mobilmu.
- Perbaikan body valve: Bisa mencapai jutaan rupiah.
- Ganti kampas kopling: Bisa mencapai jutaan rupiah.
- Turun mesin (kalau sampai rusak parah): Wah, ini bisa belasan sampai puluhan juta rupiah!