📢 Klaim Promo Cuci AC Mobil 99 Ribu! Klik Disini

Adakah Hubungan AC Mobil dengan Mesin Mobil?

Banyak yang mengeluhkan bahwa saat mereka menyalakan AC mobil, tarikan mesin mobil jadi terasa lebih berat. Begitupun sebaliknya.

Apakah memang ada hubungan AC mobil dengan mesin mobil? Bagaimana hal ini bisa terjadi padahal kedua komponen ini terlihat berbeda?

Cari tahu kebenarannya dengan simak paparan informasi seputar hubungan AC mobil dengan mesin berikut ini!

Adanya Hubungan AC Mobil dengan Mesin

AC telah menjadi bagian integral dari pengalaman berkendara yang nyaman dan menyenangkan.

Namun, tak jarang kita mendengar keluhan dari beberapa pengendara yang merasa bahwa mesin mobil mereka menjadi lebih berat saat AC dinyalakan.

Fenomena ini, meski terasa mengganggu, sebenarnya adalah hal yang wajar dan dapat dijelaskan melalui prinsip kerja mesin dan AC itu sendiri.

Ketika AC mobil dinyalakan, kinerja mesin memang akan sedikit terpengaruh. Alasannya cukup sederhana: kompresor AC bekerja secara langsung dengan mesin melalui sabuk penggerak atau yang biasa kita kenal dengan istilah ‘belt’.

Jadi, ketika mesin mobil beroperasi, beban kerja mesin akan meningkat seiring dengan beroperasinya kompresor AC. Ini adalah fenomena yang alami, mengingat kinerja AC dan mesin mobil saling terkait erat.

Dalam kerangka mesin yang kompleks, kompresor AC beroperasi dengan bantuan pulley pada kruk as, yang terhubung melalui van belt ke alternator, water pump, dan tentu saja, kompresor AC itu sendiri.

Ini adalah sistem yang saling terkait, dan jika ada masalah dengan AC, maka beban pada mesin akan meningkat, mengakibatkan kinerja mesin menjadi lebih berat.

Baca Juga: 5 Penyebab Tarikan Mobil Berat Saat AC Hidup yang Merepotkan

Kunci Menjaga Hubungan AC Mobil dengan Mesin Mobil Tetap Seimbang

Kunci untuk menjaga keseimbangan antara kinerja mesin dan fungsi AC terletak pada perawatan kompresor AC.

Salah satu aspek penting dari perawatan ini adalah pelumasan, yang dapat dicapai dengan penggunaan oli kompresor AC yang berkualitas.

Oli yang baik dapat memastikan operasi kompresor yang lebih efisien, yang pada gilirannya akan mengurangi beban pada mesin dan membuat kerja mesin menjadi lebih ringan.

Namun, bukan hanya jenis oli yang penting, tetapi juga frekuensi penggantian. Disarankan untuk mengganti oli kompresor AC setiap 20.000 kilometer atau setahun sekali, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.

Penting juga untuk dicatat bahwa oli kompresor biasanya sudah terdapat pada freon, dan jika freon yang disuntikkan berupa gas, maka oli kompresor juga harus berbentuk gas.

Dalam proses penggantian oli kompresor AC, sangat penting untuk memperhatikan takaran dan spesifikasi oli yang digunakan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah oli berubah menjadi material keras yang dapat merusak kompresor. Kesalahan dalam proses ini dapat berakibat fatal, mengakibatkan kerusakan pada kompresor dan peningkatan beban pada mesin.

Dengan demikian, perawatan AC dan mesin tidak hanya tentang menjaga kenyamanan berkendara, tetapi juga tentang memastikan efisiensi dan umur panjang mesin.

Karena AC dan mesin adalah dua sistem yang saling terkait, perawatan yang tepat pada keduanya akan menghasilkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan mesin yang lebih awet.

Soal perawatan AC mobilnya, percayakan pada Dokter Mobil adalah pilihan tepat yang bisa Anda percayakan.

Kualitasnya terpercaya, inilah ragam keunggulan dari Dokter Mobil dalam berikan layanan perawatan AC mobilnya:

  • Reputasi kuat sebagai bengkel spesialis AC mobil sejak 2015.
  • Memiliki 28 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
  • Penggunaan peralatan canggih terkini, SOP sistematis, dan teknisi yang ahli.
  • Mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 Quality Management System.
  • FREE General Checkup hingga di 32 titik.
  • Jaminan klaim garansi di seluruh cabang Dokter Mobil di Indonesia.

Ingin coba datang langsung untuk lihat keunggulan service AC mobilnya? Berikut adalah titik-titik lokasi cabang Dokter Mobil yang bisa Anda tuju:

  1. Dokter Mobil Kelapa Gading
    Lokasi: Jl. Boulevard Raya No.24, RW.12, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

  1. Dokter Mobil Kelapa Gading 2
    Lokasi: Jl. Pegangsaan Dua Ruko Gading Lavender No.88 D, Pegangsaan Dua, Jakarta, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14250

  1. Dokter Mobil Lontar
    Lokasi: Jl. Raya Lontar No.81, Lontar, Kec. Sambikerep, Surabaya, Jawa Timur 60216

Dengan kualitas dan promo yang kompetitif, jelas percayakan permasalahan AC mobil Anda ke Dokter Mobil adalah solusi yang terpercaya.

Atau Anda juga bisa langsung reservasi servicenya dengan cara klik tombol reservasi di bawah ini!

Karena apapun masalah AC mobilnya, di Dokter Mobil pasti beres! Gak beres? GRATIS!

FAQ Seputar Hubungan AC Mobil dengan Mesin Mobil

1. Apa jenis atau merek oli kompresor yang direkomendasikan untuk menjaga keseimbangan antara AC dan performa mesin?

Jenis oli kompresor yang direkomendasikan sangat bergantung pada spesifikasi pabrikan mobil. Secara umum, oli jenis PAG (Polyalkylene Glycol) sering digunakan. Namun, penting untuk selalu merujuk pada buku manual kendaraanmu untuk rekomendasi yang tepat.

Untuk merek, Denso ND-Oil sering menjadi pilihan yang baik, dan kualitasnya sudah terpercaya. Namun, kembali lagi untuk penyesuaian yang paling baik adalah melihat buku panduan kendaraan.

2. Apakah ada gejala atau tanda khusus yang menunjukkan bahwa AC mobil terlalu banyak membebani mesin?

Ya, ada beberapa gejala yang bisa kamu perhatikan. Salah satunya adalah penurunan performa mesin, terutama saat akselerasi. Mesin mungkin terasa lebih lambat dan kurang responsif. Selain itu, kamu mungkin juga merasakan getaran yang lebih kuat dari mesin saat AC dinyalakan. Pada beberapa kasus, suhu mesin juga bisa meningkat lebih cepat.

3. Bagaimana jenis mobil (misalnya, sedan, SUV) mempengaruhi hubungan antara AC dan performa mesin?

Jenis mobil sangat mempengaruhi hubungan antara AC dan performa mesin. SUV dan truk, misalnya, biasanya memiliki mesin yang lebih besar dan kuat, sehingga beban AC tidak terlalu terasa. Namun, pada sedan dengan mesin yang lebih kecil, beban AC dapat lebih signifikan mengurangi performa mesin. Selain itu, desain aerodinamika mobil juga mempengaruhi beban kerja AC.

4. Apakah menggunakan AC dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar, dan jika ya, bagaimana cara mengatasinya?

Ya, menggunakan AC dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar. Ketika AC dinyalakan, mesin perlu bekerja lebih keras untuk memutar kompresor AC, yang meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan AC pada suhu yang tidak terlalu rendah, dan menghindari penggunaan AC saat tidak terlalu diperlukan. Selain itu, perawatan AC yang baik juga dapat membantu menjaga efisiensi bahan bakar.

5. Selain penggantian oli, apa langkah-langkah perawatan lain yang dapat membantu memastikan AC tidak berdampak negatif pada performa mesin?

Selain penggantian oli, ada beberapa langkah perawatan lain yang penting.

  • Pertama, pastikan sistem pendingin mesin berfungsi dengan baik. Overheating dapat memperburuk dampak negatif AC pada performa mesin.
  • Kedua, periksa kondisi kompresor AC secara berkala. Kompresor yang rusak atau aus dapat membebani mesin secara berlebihan.
  • Ketiga, pastikan freon AC dalam kondisi yang baik, agar kerja AC tetap optimal, sehingga meringankan beban mesin.

SHARE THIS POST​

Ingin Reservasi Sekarang?

Halo Domo Lovers 👋, reservasi sekarang juga untuk mendapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin ❤️