📢 Klaim Promo Cuci AC Mobil 99 Ribu! Klik Disini

Begini Cara Mengatasi Air Radiator Cepat Panas di Mobil Matic

tahukah sobat cara mengatasi air radiator cepat panas? Jika sobat otomotif sering mengalaminya pasti sobat tahu cara mengatasinya. Jika belum tidak masalah, karena cara mengatasi air radiator cepat panas itu masalah mudah. Yang menjadi masalah tidak mudahnya adalah jika anda kurang perhatian dengan kondisi mobil anda sendiri. Atau malah biasanya tidak tahu apa yang terjadi ketika mobil mogok atau mati. Nah, coba deh anda perhatikan artikel beberapa penyebab air radiator cepat panas dan penanganannya berikut ini.

Hal yang Dilakukan Jika Air Radiator Cepat Panas di Mobil Matic

cara mengatasi air radiator cepat panas

  1. Berhenti Sejenak

Cara mengatasi air radiator cepat panas yang pertama adalah cari tempat yang aman lalu cek instrumen tanda mesin di dashboard. Biasanya gejala overheat bisa terlihat dari suhu mesin di panel instrumen. Begitupun dengan indikator check engine akan menyala. Sekarang yang perlu  anda lakukan adalah berhenti sebentar lalu perlahan buka kap mesin. Perhatikan apakah ada asap putih tipis keluar dari bawah kap mesin? Jika ya lanjutkan pada tahan kedua.

  1. Matikan Mesin

Mematikan mesin adalah cara mengatasi air radiator cepat panas. Dengan mematikan mesin sobat akan mengurangi panas berlebih yang terjadi pada radiator. Setelah anda mencoba mematikan mesin, ada baiknya anda menunggu sebentar sampai indikator panas di panel instrumen turun. Sembari menunggu anda bisa menelepon derek atau orang terdekat untuk membantu anda nantinya.

  1. Cek Radiator

Cara untuk mengatasi air radiator panas pada tahap berikutnya adalah dengan memeriksa air radiator. Namun jangan dibuka dulu sampai suhu mesin turun ya. Karena bisa saja uap panas pada radiator dapat muncrat ke tangan atau wajah anda sendiri. Hal ini dikarenakan adanya tekanan tinggi pada radiator itu sendiri.

Jika mesin sudah lumayan dingin, anda bisa membuka radiator perlahan. Biarkan tekanan keluar sedikit demi sedikit lalu perhatikan kondisi air radiator. Apakah warna air radiator butek atau tidak? Lalu selanjutnya perhatikan water level nya. Jika airnya habis maka bisa jadi ada kebocoran, sistem pendingin tersumbat atau pompa air rusak. Namun jika tidak ada kebocoran bisa saja radiator Cuma kekurangan air saja. Dalam keadaan emergency anda bisa menggunakan air mineral sebagai pengganti air pendingin radiator.

Jika air radiator kotor atau butek hati-hati karat ya. Karat bisa ada di bagian radiator atau blok mesin. Solusinya jika warna air radiator kotor atau butek adalah dengan menguras radiator itu sendiri. anda dapat menggunakan radiator flush sebagai bahan pembersih dan gunakan air yang banyak untuk membersihkannya.

Jika tutup radiator yang rusak ada baiknya anda menggantinya. Hal ini dikarenakan seal atau karet yang berfungsi untuk mencegah tekanan tinggi, akan keluar perlahan. Dan secara perlahan juga akan menghabiskan air, jika air habis maka menyebabkan air radiator cepat panas.

  1. Cek Oli Mesin

Cara mengatasi air radiator yang panas berikutnya adalah cek oli mesin. Melakukan pengecekan oli mesin sangat krusial dalam mengatasi radiator yang cepat panas. Cara cek oli mesin bisa sobat otomotif lakukan melalui dipstik. Caranya adalah siapkan lap kering. Lalu buka dipstik oli, setelah itu lap oli sampai ukuran dipstik terlihat. Setelah itu sobat otomotif dapat memasukkan dipstik kembali ke dalam rumahnya, tunggu 5 menit lalu angkat lagi dipstiknya. Jika oli terlalu sedikit atau posisi oli berada di dekat huruf E maka sobat otomotif sebaiknya segera membeli oli mesin.

  1. Jangan Dipaksa Jalan

Cara mengatasi air radiator cepat panas terakhir adalah jangan dipaksa untuk jalan jika memang tidak memungkinkan untuk jalan. Ada baiknya sobat otomotif memanggil derek atau teman sejawat untuk membantu mencari solusi. Hal ini dikarenakan jika mesin terlalu dipaksa untuk jalan dan terlalu overheat, bukannya tidak mungkin piston silinder bisa bengkok.

Ditambah lagi jika volume oli mesin banyak berkurang. Selain dapat membuat aus pada beberapa komponen, air radiator yang terlalu panas juga akan merusak karet dan gasket silinder. Akibatnya, bisa beragam. Mulai dari ganti gasket silinder sampai turun mesin. Tentunya sobat otomtoif tidak ingin ini terjadi bukan?

Cara mengatasi air radiator cepat panas paling mudah adalah dengan merawat radiator. Sering melakukan pembersihan terutama flushing. Apalagi jika mobil sobat pernah mengalami overheat. Ada baiknya sobat bawa deh itu mobil ke Dokter Mobil. Agar perawatan dan kesiapan berkendara semakin terjaga.

 

FAQ Air Radiator Cepat Panas di Mobil Matic

1. Bagaimana cara mengecek apakah tutup radiator masih bagus atau sudah rusak?

Pertama, untuk ngecek tutup radiator, kamu bisa lihat kondisi fisiknya. Periksa karet seal di bagian dalamnya, apakah masih lentur atau udah getas dan retak-retak. Coba juga tekan tutup radiatornya, rasakan apakah pegasnya masih kuat atau udah lemah.

Kalau seal udah rusak atau pegasnya lemah, berarti tutup radiator harus diganti. Selain itu, kamu juga bisa merhatiin ada nggak kebocoran di sekitar tutup radiator saat mesin panas.

2, Apa gejala water pump rusak selain air radiator cepat panas?

Gejala water pump rusak selain air radiator cepat panas antara lain ada suara berisik dari area water pump, biasanya suara berdecit atau mendengung. Terus, kamu juga bisa lihat ada nggak kebocoran air di sekitar water pump. Kalau ada tanda-tanda ini, segera bawa mobilmu ke bengkel ya.

3, Seberapa sering sih seharusnya kita ngecek dan menambah air radiator?

Untuk mengecek dan menambah air radiator, idealnya sih kamu lakukan setiap minggu sekali atau sebelum perjalanan jauh. Tapi, frekuensinya juga tergantung kondisi dan pemakaian mobilmu. Pastikan air radiator selalu berada di level yang ditentukan. Jangan sampai kurang atau kelebihan.

4. Kalau pakai radiator coolant yang nggak sesuai spesifikasi, apa efeknya buat mesin mobil dalam jangka panjang?

Pakai radiator coolant yang nggak sesuai spesifikasi bisa berbahaya lho buat mesin mobilmu. Mulai dari penyumbatan pada saluran radiator, korosi pada komponen mesin, sampai menurunkan efektivitas pendinginan.

Efeknya, mesin mobil jadi lebih cepat panas dan bisa merusak komponen lain dalam jangka panjang. Jadi, pastikan kamu selalu pakai radiator coolant yang direkomendasikan oleh pabrikan!

SHARE THIS POST​

Ingin Reservasi Sekarang?

Halo Domo Lovers 👋, reservasi sekarang juga untuk mendapatkan promo menarik dari kami, cs kami akan membalas secepat mungkin ❤️